Posted : 12 Maret 2008 , Program : Pelatihan
Menyikapi tatanan system perencanaan pembangunan Nasional yang berkerangka buttom up dan partisipasi masyarakat, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) ”Sejahtera” Desa Srimulyo bekerjasama dengan Yayasan Griya Mandiri (YGM) Yogyakarta dan Pemdes Srimulyo menggelar pelatihan atau replikasi Rembug Warga perencanaan pembangunan untuk menyusun Rencana Program Jangka Menengah Desa RPJMDes dengan menggunakan metode Community Action Planning (CAP). Acara yang berlangsung Minggu (3/2/2008) tersebut diikuti masyarakat se-Desa Srimulyo, lembaga tingkat Desa, Pemdes Srimulyo dan Muspika Piyungan. Menurut coordinator BKM Desa Srimulyo, Feri Nursadono, untuk menghasilkan perencanaan yang matang di masing-masing dusun, diperlukan pemahaman dan kemampuan masyarakat terhadap proses rembug yang tepat. “diharapkan dari rembugan tingkat pedusunan inilah akan lahir usulan-usulan yang nanti akan dijadikan acuan oleh pemerintah Desa guna menyusun program pembangunan di desa. Lurah Desa Srimulyo, H. Tupardiyono, mengatakan rembug warga itu hasilnya nanti akan disusun menjadi sebuah program Desa. “apa yang kita programkan nanti bisa benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat itu sendiri” kata Tupardiyono. (Dikutip dari Harian BERNAS JOGJA, Edisi Senin Pahing, 4 Februari 2008)

» Selengkapnya

 
Posted : 12 Maret 2008 , Program : CO-BILD
Dalam upaya peningkatan kualitas pendampingan pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), tim pembinaan program Co- BILD telah menyusun rencana dan strategi yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatannya selama tahun 2008. Rencana dan strategi yang telah dibuat dikelompokkan menjadi dua kegiatan yaitu perbaikan data kelompok dan peningkatan kualitas kelompok. Perbaikan data kelompok dilakukan untuk melengkapi data yang sudah ada sehingga tersusun data kelompok yang lebih lengkap dan akurat. Data KSM yang lengkap dan akurat tersebut akan sangat membantu fasilitator dalam menjalankan tugasnya memfasilitasi kelompok. Data tersebut dapat juga digunakan untuk memantau perkembangan KSM, menganalisa dan memberikan solusi yang tepat terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi KSM. Peningkatan kualitas kelompok akan dilakukan dengan 3 kegiatan yaitu penguatan organisasi, penguatan administrasi kelompok dan peningkatan kapasitas anggota kelompok. KSM yang dibina sebagian besar adalah KSM yang terbentuk oleh karena kebutuhan program sehingga rata-rata KSM tersebut belum mengerti tentang arti dan tujuan dari pembentukan kelompok. Hal tersebut membuat penguatan organisasi dan administrasi KSM dirasa sangat penting.

» Selengkapnya

 
Posted : 12 Maret 2008 , Program : CO-BILD
Dalam hubungannya dengan masyarakat LSM dapat berperan sebagai pelaksana program pemerintah (mewakili pemerintah), atau dapat menjadi konsultan pemerintah dan menjadi pembantu masyarakat dalam melaksanakan program pemerintah. LSM dapat pula mengembangkan programnya sendiri dan bersinergi dengan pemerintah. Untuk melaksanakan programnya di masyarakat dibutuhkan seorang pendamping/fasilitator. Kenapa harus ada fasilitator? Pertanyaan seperti itu sering terjadi. Peran fasilitator sangat penting karena masyarakat pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam mengembangkan potensi dirinya, oleh karena itu diperlukan pendamping untuk membimbing dalam upaya mengembangkan potensi guna memperbaiki kesejahteraan. Selain itu fasilitator juga bertugas menyertai pembentukan dan penyelenggaraan kelompok masyarakat sebagai komunikator atau dinamisator. Pekerjaan yang dilakukan para pendamping umumnya fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu fasilitator perlu mengenal dan berkomunikasi secara intensif dengan masyarakat.

» Selengkapnya

 
Posted : 12 Maret 2008 , Program : CO-BILD
Terkadang fasilitator Program Co-BILD di mata KSM identik dengan debt collector (mantri tagih). Dalam hal ini KSM tidak sepenuhnya salah karena mereka hanya memandang program ini dari satu sisi saja tanpa melihat sisi-sisi yang lain. Tujuan Program Co-BILD tidak hanya sekedar memberikan pinjaman kepada KSM untuk perbaikan rumah tetapi lebih dari itu. Pinjaman yang disalurkan melalui Program Co-BILD sebenarnya merupakan alat untuk belajar tentang prinsip-prinsip dasar transparansi, demokrasi, dan pertanggungjawaban publik. Namun dalam hal ini KSM hanya melihat Co-BILD sebagai kegiatan pinjam meminjam uang, jadi kehadiran fasilitator untuk monitoring dianggap sekedr akan menarik angsuran. Apabila KSM melihatnya secara utuh tentunya mereka akan memporoleh manfaat ganda dari pinjaman Program Co-BILD. Penggalian potensi KSM juga dilakukan oleh fasilitator dalam kegiatan monitoring sehingga potensi yang ada di KSM bisa diketahui. Fasilitator berharap agar potensi-potensi yang ada di KSM nantinya bisa dikembangkan dengan berbagai cara di antaranya melalui pelatihan-pelatihan atau berjejaring dengan berbagai pihak. Untuk KSM yang pinjamannya sudah jatuh tempo dan masih mempunyai sisa tunggakan memang batasan antara fasilitator dan debt collector menjadi sangat tipis karena mereka sama-sama bertugas untuk menyelesaikan masalah. Yang membedakan di sini yaitu metode yang digunakannya. Dalam hal ini fasilitator selalu mengedepankan cara kekeluargaan dengan prinsip musyawarah mufakat dalam mengambil kebijakan atau keputusan agar tidak memberatkan kedua pihak. (Tyo – Fasilitator Co-BILD)

» Selengkapnya

 
Posted : 12 Maret 2008 , Program : CO-BILD
Datang di pertemuan KSM adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Pembinaan paling tidak sekali sebulan untuk tiap KSM. Dalam pertemuan KSM kegiatan yang dilakukan adalah mengangsur pinjaman Co-BILD oleh anggota, mengecek administrasi, memberi tambahan pengetahuan dan membahas permasalahan yang ada di dalam KSM. Untuk KSM yang pengisian administrasinya belum lancar maka pendampingan dalam pengisian administrasi mutlak diperlukan. Permasalahan-permasalahan yang umum terjadi di dalam KSM adalah anggota yang menunggak angsuran dan biasanya pada bulan selanjutnya angsurannya akan dilakukan 2 kali. (Tyo – Fasiltator Co-BILD)

» Selengkapnya

 
 

Arsip Berita 

 
   
 
  Bersama dengan komponen masyarakat lain, lokal, nasional dan internasional, YGM juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi yang meluluh-lantakkan sebagian wilayah Propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah
   
 
  YGM menyelenggarakan berbagai pelatihan melalui kerja sama dengan lembaga lain. Pelatihan dilaksanakan atas inisiatif YGM maupun permintaan lembaga lain sesuai dengan kebutuhan.
   
 
  Co-BILD atau Community-based Initiatives for Housing and Local Development (Co-BILD) atau Proyek Penerapan Pembangunan Perumahan dan Daerah berbasis pada Prakarsa Komunitas Masyarakat (P3DPK)
   
 
  YGM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Propinsi DIY melaksanakan program Dapur Sehat

Total Programs = 4
1